Messages

WELCOME TO MY BLOGSPOT AND FEEL FREE TO BROWSE & READ

Senin, 05 Juli 2010

Harta Satu-Satunya

Di suatu kota di Eropa, terdapat sebuah taman yang indah di tengah kota. Di pintu gerbang taman itu, berdiri seorang pengemis buta sambil memainkan biola tuanya. Di dekat kakinya ada sebuah kaleng yang ditaruhnya untuk menampung uang recehan dari pengunjung yang merasa senang dengan permainannya.

Di suatu hari yang cerah, pengemis buta ini seperti biasanya berdiri di pintu gerbang taman kota tersebut sambil memainkan biolanya. Tetapi hari itu sedikit naas baginya karena dia telah berjam-jam main tetapi hanya sedikit sekali yang melemparkan koin ke kalengnya. Tiba-tiba ada seorang pria berjubah panjang yang menghampiri pengemis buta ini dan berkata, bolehkah kupinjam sebentar biolamu?” Pengemis itu langsung berkata, ”Maaf tidak bisa, ini adalah hartaku satu-satunya yang paling berharga.” Tetapi pria itu tidak patah semangat dan berkata kembali, ”Ayolah pinjamkan padaku sebentar saja.” Si pengemis ini kemudian merasakan suatu kepercayaan kepada pria tersebut. Lalu diberikannya biola tua itu kepada pria itu.

Sang pria tersebut berdiam sejenak lalu mulai memainkan biola itu dengan sangat halus. Kemudian dia terus memainkan melodi-melodi yang sangat indah yang menyentuh hati. Orang-orang di sekitar tempat itu langsung berkerumun dan mendengarkan si pria tersebut memainkan lagu-lagu yang indah sekali. Tidak ada seorangpun yang bersuara, semua terpesona. Kaleng pengemis tersebut dengan cepat terisi penuh, bahkan sampai luber dengan koin-koin yang dilemparkan orang-orang itu.

Tak berapa lama kemudian, pria tersebut menyelesaikan permainannya dan kemudian mengembalikan biola tersebut kepada pengemis buta itu. Si pengemis menerima biolanya dengan berlinangan air mata. Dia tidak menyangka bahwa dari biola tuanya dapat mengalun melodi yang teramat indah. Lalu dia bertanya, ”Pak, siapakah nama anda?” ”Namaku Paganini,” jawab pria itu sambil melanjutkan perjalanannya.”

Teman-teman, tahukah kalian siapa Paganini? Dia adalah seorang pemain biola dan komposer yang sangat terkenal di abad 18. Bahkan dia dianggap sebagai yang terbesar sepanjang masa. Dia adalah seorang maestro. Ya memang benar, sesuatu yang biasa-biasa saja, bahkan seringkali dianggap remeh, kecil, dan tidak berarti, tetapi bila sesuatu itu berada di tangan seorang maestro, dia akan menjadi sesuatu yang luar biasa!

Apa yang menjadi hartamu yang paling berharga? Apakah itu talentamu? Apakah itu bisnismu? Apakah itu pekerjaanmu? Apa itu dalam hidupmu, yang apabila hilang, maka kamu tidak akan dapat hidup? Teman-teman, apapun itu, serahkanlah kepada Yesus. Dialah sang maestro yang membuat segalanya menjadi sesuatu yang sangat indah. Bila kita hanya mengandalkan kekuatan kita yang terbatas, kita hanya akan melihat jarak dekat saja.

Mungkin hanya inchi demi inchi. Tetapi bila bersama sang maestro, kita akan melihat jarak yang bermil-mil, kita akan membangun sesuatu yang besar yang lebih dari yang kita dapat bayangkan. Efesus 3:20 – Bagi dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.