Messages

WELCOME TO MY BLOGSPOT AND FEEL FREE TO BROWSE & READ

Kamis, 19 Mei 2011

~~ Kami Keturunan Tionghoa ~~

Kami datang belakangan , awalnya banyak dari kami yang datang dalam kemiskinan,
Sudah banyak yang tiba lebih dulu sejak Generasi nenek moyang nya .

Kami duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami,
disaat ada orang lain datang meminta bagian untuk uang “keamanan”

Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao
disaat orang lain sedang menikmati makanan kesukaan nya.

Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg bisa kami tabung,
disaat orang lain menghitung berapa banyak uang yg akan dibelanjakannya .

Kami berusaha dan mencari peluang yang bisa menghasilkan uang,
ketika orang sedang mencari barang apa yang bisa dibeli dengan uang nya.

Kami rajin berhubungan dengan banyak orang agar kami lancar mencari makan,
ketika yg lain sedang enak menikmati hidangan makan malam dimeja nya.

Kami berani menanggung resiko atas pinjaman2 dengan bunga tinggi,
disaat banyak orang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin nya.

Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan,
disaat semua orang menuntut makan 3 kali sehari.

Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya,
disaat banyak orang menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik terkenal

Setelah berpuluh Tahun sang waktu berlalu ….

Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan,
disaat itu ada yang mengumpat dan berkata ” sialan, lu nguasain negara gueee “

Kami menikmati liburan untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan,
disaat orang-orang ribut akan kenaikan harga sembako.

Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami,
disaat banyak orang sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri ini.

Kami berjalan menyisir pantai, menikmati tenggelamnya matahari,
ketika orang lain melihat matahari tenggelam dari jendela masih ditempat kerjanya.

Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan,
ketika orang lain banyak yang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anaknya.

Kami menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini,
ketika orang bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.

Kami sudah berpikir besok mau makan apa,
ketika banyak orang berpikir apa besok bisa makan.

Saat kami menikmati puncak kesuksesan,
ada sebagian orang menyalahkan kami atas kemiskinan yang mereka alami.

Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami,
ada yang datang minta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan

Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya pendatang,
tapi kami tahu bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih berarti dan dihargai,
kami telah tunjukan bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.

Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya numpang,
tapi kami telah tunjukan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar,
kami telah tunjukan bahwa kami juga adalah pejuang yang gigih dan kami adalah penurut ,
banyak dari kami juga ikut berjuang bahu membahu dengan para pejuang lain.

Kami ini adalah keturunan pengusaha ulet yang menganggap uang bukan jatuh dari langit,
tapi harus dibayar dengan keringat dan kadang dengan air mata maupun darah.
Tapi ada yang mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang sukses,
Ada yang tidak senang dan mengiri akan kesuksesan kami.

Bukan kami menjauhkan diri kami dan anak kami dari pergaulan ,
tapi karena kami hanya ingin agar anak2 kami lebih terjaga.

Kami bukannya sombong dan kami sama sekali bukanlah orang yang pembenci sesama,
tapi kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,

Tidak ada komentar: