Ketika tiba waktunya untuk berasalan, dunia penuh dengan para penemu besar. Banyak orang menghabiskan separuh hidupnya dengan mengatakan apa yang akan mereka lakukan, dan separuhnya lagi menjelaskan mengapa mereka tidak melakukan hal itu. Suatu alasan merupakan suatu bukti dari apa yang anda lakukan mengenai apa yang tidak anda lakukan, dengan demikian orang lain akan berpikir bahwa anda tidak melakukan apa yang anda lakukan.
Anda bisa gagal berkali-kali tetapi tidak menjadi seorang yang gagal sampai anda menyalahkan orang lain. Kesalahan-kesalahan kita sendiri gagal dalam misinya untuk membantu kita pada saat kita menimpakan kesalahan-kesalahan itu kepada orang lain. Pada saat anda menggunakan alasan, anda menyerahkan kekuatan anda untuk berubah.
Anda memperlakukan orang lain dengan benar pada saat anda tidak menyalahkan mereka untuk apa pun yang sesungguhnya merupakan kesalahan anda. "Tidak ada masalah dengan orang yang anda sanjung, tetapi hati-hati dengan orang yang anda persalahkan" (Edmond Gosse). Anda bisa jatuh berkali-kali, tetapi anda tidak akan menjadi orang yang gagal sampai anda mengatakan bahwa seseorang mendorong anda.
Jika anda bisa menemukan alasan, jangan menggunakannya. Kebanyakan orang yang gagal merupakan pakar dalam membuat alasan. Selalu tersedia cukup alasan jika anda cukup lemah untuk menggunakannya. Secara sederhana dunia tidak memiliki tongkat penopang yang cukup bagi semua orang lumpuh yang beralasan. Selalu lebih mudah menemukan alasan dari pada waktu untuk hal-hal yang tidak ingin kita ingin lakukan.
Jadi temukanlah jalan keluar, bukan alasan. Tidak ada alasan bagi seorang manusia yang penuh alasan. Orang yang melakukan kesalahan, dan kemudian membuat alasan untuk kesalahan itu, melakukan dua kesalahan. Catatlah kebenaran ini: "Serigala menyalahkan perangkap, bukan dirinya sendiri" (Blake). Jangan temukan diri anda sendiri berlaku seperti serigala tua itu!
Jangan pernah mengeluh dan jangan pernah menjelaskannya. "Mengakui kesalahan membersihkan nilai dan membukti¬kan bahwa anda lebih bijaksana dari pada sebelumnya" (Arthur Guiterman). Melakukan suatu pekerjaan dengan benar selalu lebih mudah dari pada membuat suatu alasan mengapa anda tidak melakukannya. Iblis tak sabar menunggu untuk menangkap anda dengan alasan bagi setiap dosa. Waktu yang dihabiskan untuk membuat alasan dan dalih akan selalu lebih baik digunakan untuk berdoa, merencanakan, melakukan persiapan dan bekerja untuk mencapai tujuan dalam hidup anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar