Messages

WELCOME TO MY BLOGSPOT AND FEEL FREE TO BROWSE & READ

Selasa, 03 Februari 2009

BENARKAH MENIKAH DIDASARI KECOCOKAN

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. Kalau sama-sama suka sop
buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah
persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi
urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu
apa? MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat
dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk
menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya? Harus ada 'Komunikasi Dua Arah', 'Ada
kerelaan mendengar kritik', 'Ada keikhlasan meminta maaf', 'Ada ketulusan melupakan
kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun
pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap
memanggil-manggil

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana
kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian
bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya
membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri
sendiri, bagaimana anda bisa memahami oranglain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri
sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra,serta
jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.

* Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan
siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari
fisik orang tersebut bukan kualitas orang tersebut.

Tidak ada komentar: