Messages

WELCOME TO MY BLOGSPOT AND FEEL FREE TO BROWSE & READ

Rabu, 11 Februari 2009

Kisah Rompi Bulu ( Fur Coat )

Suatu hari, Ia jalan2 di sebuah mall di Jakarta. Matanya tertuju, pada sepotong gaun terusan hitam, tanpa lengan, ukuran S. Ia lalu mencoba gaun tersebut. Pas ditubuhnya. Hanya, tidak tahu mengapa, walau menyukainya, tapi ia tidak jadi membeli baju tersebut.
Seminggu berlalu, ia kembali ke mall tersebut. Ia teringat akan baju terusan hitam tersebut. Tapi, saat ia berniat membeli, baju tersebut sudah tidak ada ukuran S nya. Tersisa ukuran M, yang agak besar untuk tubuhnya. Dari outlet baju tersebut, ia berusaha mencari di counter2 boutique tersebut. Tapi tetap nihil, ukusan S sudah habis terjual. Ia tidak jadi membeli baju tersebut. Hampir tiap kali ia ke mall tersebut, pasti akan menyempatkan diri ke outlet maupun ke counter baju tersebut. Hasilnya tetap nihil
Waktu berjalan. Pergilah ia ke mall lain. Disana, ia melihat 1 buah rompi bulu, berwarna coklat. Ia suka rompi tersebut, tapi ia tidak menyukai warnanya. Warna hitam yang ia inginkan, sudah habis terjual.
Sibuklah ia, tiap kali ke mall, mencari ke boutique rompi bulu tersebut, sekedar menanyakan apakah warna hitam ada. Hasilnya, nihil.
Bulan berganti sudah. Tidak terasa, hari Natal tiba. Pada hari tersebut, ia dan keluarganya pergi ke mall yang sangat2 jarang dikunjungi oleh mereka, karena letak mall tersebut cukup jauh dari rumah. Disana, lagi2, ia mencari baju terusan hitam tersebut. Ada ukuran S! tapi…..tidak ada pilihan lagi….tinggal sebuah yang di display. Hatinya ragu2…beli atau tidak, Akhirnya, setelah melewati perang bathin, ia tidak jadi membeli.
Tiba2, ia teringat akan rompi bulu coklat. Dilangkahkan kakinya ke boutique rompi. Menanyakan apakah ada warna hitamnya. Tetap…tidak ada.
Hatinya agak kecewa. Tapi mau bagaimana lagi. Berjalanlah ia perlahan. Dan tanpa sengaja, matanya tertuju pada 1 boutique baju cukup terkenal. Masuklah ia ke sana. Semula ia hanya melihat tanpa ada maksud. Ia bahkan sempat bertemu dengan teman lamanya disana. Setelah ngobrol sebentar, ia berputar, dan matanya tertuju pada sebuah rompi bulu…berwarna krem. Manis sekali bentuknya. Ia mencobanya. Pas, ukuran S. Saat matanya melihat label harga, mahal. Ia pun tidak jadi membeli.
Waktu berganti. Liburan tahun baru, bukan waktu yang bagus untuknya. Ia terserang infeksi lambung, yang memaksanya untuk bed rest 1 minggu lebih. Bulan Januari, dimulailah kegiatan kantor, dan ia mulai masuk kantor dalam keadaan lemah. Bayangan baju2 itu, tidak ada satu pun di otaknya.
Tidak lama kemudian, ia berulang tahun. Merayakan ulang tahun, di salah satu mall, bersama teman2nya. Ia tidak teringat baju hitam dan rompi bulu coklat lagi, justru ia teringat akan rompi bulu krem di boutique mahal tersebut. Entah mengapa,hatinya mulai mantap ingin membeli walau mahal harganya. Maka masuklah ia ke boutique mahal itu dan melihat2, harga rompi tersebut sudah turun sedikit. Hatinya gembira! tapi……..ukuran S HABIS!
Ia pulang dengan tangan kosong. Tapi, hatinya tidak terlalu sedih. Entah mengapa.

Esok harinya, ia kembali tergolek sakit. Memaksanya beristirahat lagi. Semakin buyarlah sudah semua bayangan baju2 tersebut.
18 Januari, ia baru benar2 sembuh dari sakit. Ia diajak jalan oleh ibunya, ke mall yg biasa dikunjungi mereka. Tujuannya, beli baju untuk Imlek. Tanpa diduga dan disengaja, langkah mereka tiba didepan boutique mahal tersebut. Sang Ibu berkata, apakah rompi bulu krem itu ada ukuran S nya. Masuklah ia ke boutique tersebut. Oleh penjaga boutique, dikatakan rompi jenis itu udah tidak ada. Tanpa menyerah, ia melihat2 sampai ke pojok, sendirian. Dan…apa yang dilihatnya??? ROMPI TERSEBUT SUDAH TURUN HARGA SANGAT SIGNIFIKAN…DAN UKURAN S TERSEDIA 3 BUAH UNTUK IA PILIH!
Segera ia beli rompi bulu tersebut, dengan yakin dan bahagia.Tanpa ada rasa atau keraguan lagi.

AMAZING bukan… :)

bukan baju, harga, atau mall yang dipetik dari kisah ini.
Ada beberapa hal yang setidaknya bisa diambil hikmahnya :

1. Kesabaran
Sabar. itulah hal terbesar yang bisa diambil dari kisah nyata ini. Dengan sabar, kita akan bisa mendapatkan sesuatu yang kita harapkan.

2. Iman yang kuat
Jika kita tidak mendapatkan sesuatu sesuai dengan harapan kita, jangan gegabah. Tetap berdoa, berusaha, semangat. Perkuat iman, agar diberi dan ditunjukkan jalan yang terbaik oleh Tuhan.

3. Berjodoh
Kalau sesuatu sudah ditakdirkan Tuhan menjadi milik kita, sesusah, sesulit dan rintangan apapun yang kita hadapi, pasti akan bisa kita dilewati. INDAH PADA WAKTUNYA. Sesuai yang diharapkan.

4. Kesempatan dan Pilihan
Setiap kali kita dihadapkan pada masalah atau suatu hal, pasti akan ada kesempatan dan pilihan. Tergantung dari diri kita, bagaimana kita mengambil keputusan yang terbaik.Jangan dipaksakan.

5. Tetap semangat dan berusaha
Jangan putus asa dan merasa harapan menipis. Tetap semangat, tetap boleh berharap. Karena, sekecil apapun harapan itu, asalkan tetap ada, maka peluang tetap akan terbuka.Biarkan mengalir seperti air.

Tidak ada komentar: